Isnin, 17 Februari 2014

Gunung Kelud bawa rezeki

ANTARAPOS.COM
  Post Pic

SIDOMULYO: Debu, lahar dan dan batu batan yang dihambur Gunung Kelud membawa kematian dan derita. Namun bagi sebilangan besar penduduk, kesan letusan gunung berapi itu, dianggap pembawa rezeki sekaligus mampu menyuburkan tanaman.

“Inilah rahmat di sebalik bencana,” kata Imam Choiri, petani yang mengaut debu yang melitupi raya untuk digunakan sebagai baja di kebun sayur beberapa kilometer dari kawah gunung yang meletus itu. Choiri berkata penduduk percaya debu itu membantu menghalau serangga perosak dari tanaman.

Letusan setinggi dari gunung setinggi 1,731 meter di pulau Jawa lewat Khamis lalu itu adalah antara yang paling dramatik pernah melanda Indonesia sebelum ini, dengan debu dihamburkan sejauh 600 kilometer.

Empat mati termasuk warga emas berusia 97 tahun apabila atap rumahnya runtuh akibat bebanan dari debu dan serpihan gunung berapi. Lebih 100,000 orang dipindahkan ke pusat perlindungan sementara. 

1 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

Berita gembira buat para konsumen sepeda motor Honda. Khususnya pemilik sepeda motor Honda yang terkena dampak musibah bencana Gunung Kelud. Sebagaimana yang dimuat dalam berita di http://bit.ly/1nG88yI PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Mitra Pinasthika Mulia (diler utama Honda wilayah Jatim dan NTT) menggelar program tanggap musibah bencana Gunung Kelud. AHM mengadakan aksi sosial, pemeriksaan dan cuci motor gratis serta pemberian diskon suku cadang di sejumlah kabupaten di Jawa Timur. Kendaraan-kendaraan yang biasa digunakan untuk pengiriman sepeda motor, langsung dialihfungsikan untuk membantu mengantarkan penduduk yang terkena dampak letusan Gunung Kelud ke posko-posko pengungsian terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan dapur umum. Aksi sigap tanggap bencana ini juga dilakukan oleh jaringan AHASS dan dealer resmi Honda dalam bentuk aktivitas lain yaitu membagikan air minum dan masker gratis mulai 14 Februari 2014, di beberapa wilayah di kabupaten dan kota seperti Kediri, Tulung Agung, Madiun, Jombang, Nganjuk, Malang, dan Blitar. Aksi ini dilakukan di 10 titik pengungsian yang tersebar di kabupaten dan kota Kediri.